Friday, January 12, 2018

Review Film: Marshall - Pengacara Muda Kulit Hitam Handal Reviewed by Bernard Agapa Date January 12, 2018 Rating: 3

Review Film: Marshall - Pengacara Muda Kulit Hitam Handal

Sekalipun agak garing dengan romansanya, tapi pesan moralnya tidak berkurang sama sekali untuk film Marshall 2017.

Memang beberapa minggu akhir ini saya lagi rajin bersantai-ria menonton film, yang menurut saya bagus. Film yang terakhir saya nonton adalah "Marshall", yang berjuang untuk kebenaran dan dan tanpa pamrih karena dia adalah seorang pengacara publik.

Film yang disutradari oleh Reginald Hudlin ini buat saya penasaran sejak akhir tahun 2017. Reginald sendiri sudah diakui sebagai seorang penulis yang handal, bagaimana dia memakan habis 20 lebih buku dalam bentuk komik hingga menjadi produser Grammy, kontes paling bergengsi di Hollywood.

Dalam biografi Marthin Luther King disebutkan salah satu polopor perlawanan terhadap diskriminasi di Amerika pada masa itu salah satunya adalah Thurgood Marshall ini.

Film Marshall ini dibuat berdasarkan kisah nyata yang menceritakan tentang seorang pegawai Mahkamah Agung yang juga menjadi Mahkamah Agung pertama berdarah Afrika-Amerika pertama, Thurgood Marshall. Awalnya Marshall adalah, seorang pengacara publik untuk Asosiasi Nasional untuk Kemajuan Orang Kulit Berwarna (NAACP) didirikan pada tahun 1909.

Bergenre biografi thriller, sang Marhall yang diperankan oleh aktor Chadwick Boseman yang mengalir tanpa ragu. Dari penampilan hingga wibawanya Thurgood  tidak hilang di Film ini.

Marhall yang diperankan oleh aktor Chadwick Boseman (Sumber foto: Screenshot/Vimeo)

Film ini berfokus bagaiamana sang pengacara ini  berjuang untuk memenangkan kasus tuduhan diperkosa oleh seorang pembantu kulit hitam, Joseph Spell. Seorang sosialita kaya Eleanor Strubing menuduh sopir kulit hitam Joseph Spell melakukan kekerasan seksual dan percobaan pembunuhan. Dia bekerja sama dengan Sam Friedman, pengacara Yahudi setempat yang tidak pernah menangani kasus pidana. Bersama-sama, kedua pria itu berusahan menemukan bukti hingga berdebat sambil bertengkar soal pandangan rasisme.

Sesungguhnya dada saya sesak ketika menyakikan beberapa adegan, seperti oleh hakim dilarang berbicara lantaran dia seorang kulit hitam.

Dalam film ini Marshall cukup sukses dalam memecahkan sebuah kasus yang menurut saya cukup sulit ditangani.

Cerita awal film ini bermula pada saat Thurgood Marshall sebelum ia bergabung dalam Mahkamah Agung pertama berdarah Afrika-Amerika pertama hingga ia meraih kesuksesannya dalam kasus Brown V. Board of Education pada tahun 1954.

Kasus Brown V. Board of Education merupakan kasus dimana pengadilan mendeklarasikan undang-undang negara bagian yang menetapkan sekolah umum terpisah bagi siswa berkulit hitam dan siswa berkulit putih. Kasus ini merupakan salah satu kasus diawal karirnya.

saya pikir sobat yang baca ulasan ini bisa saksikan kelanjutannya di film Marshall. Soal narasi film ini patut diancungi jempot. Oh iya, karena indonesia tidak dirilis di bioskop jadi saya menyaksikan film ini situs streaming online.

Wednesday, January 10, 2018

Film Pilihan Januari 2018 Versi Siapa? Reviewed by Bernard Agapa Date January 10, 2018 Rating: 3

Film Pilihan Januari 2018 Versi Siapa?

Film-film Indonesia tentu tak kalah dengan film dari Hollywood, tapi saya memilih menonton film garapan luar sana. Tentu, ini bukan soal nasionalisme cinta produk film lokal dan sebagainya tetapi kadang di narasinya tak masuk akal kecuali film komedi.

Akhir pekan kemarin sempat menyaksikan Insidious Last Key dengan ending yang saya sesalkan. Nah, karena punya ongkos pas-pasan saya hanya bisa menyaksikan di 21cineplex. Berikut ini beberapa film pilihan yang ingin saya saksikan, mungkin sobat bisa beri rekomendasi selain itu.

Pertama, saya memang penggemar film kartun 3 dimensi jadi pilihan pertama saya tentu saja jatuh ke pada film Ferdinand. Sekilas dari beberapa sumber yang menyajikan sinopsis, Film 3D Ferdinand ini menggelitik dari narasinya. Cerita tentang seekor banteng besar bernama Ferdinand (suaranya diisi oleh John Cena) memiliki hati yang baik dan secara tidak disengaja dijual menjadi hewan buas untuk aduan.

Ferdinand by Blue Sky Studios (Source: teaser-trailer.com)

Akhirnya Ferdinand pun bertekad untuk kembali ke keluarganya dengan menempuh berbagai perjalanan.
Ia ingin membuktikan bahwa siapapun tidak dapat menilai seekor banteng hanya dari wujudnya saja.

Daftar berikutnya jatuh ke The Greatest Showman, dari trailer film musikal yang merayakan kelahiran bisnis pertunjukan dan perasaan kagum bagi saya ketika merasakan bahwa mimpi bisa jadi kenyataan. Dari sinopsisnya narasi film ini terinspirasi dari kisah perjuangan hidup dan imajinasi P.T. Barnum. Cerita penuh dramatis ini ternyata kabarnya mengisahkan tentang seorang visioner yang membangun dari nol untuk menciptakan pertunjukan mengagumkan yang menjadi sensasi dunia. Spoiler ini hanya sebatas berbagi, untuk yang lengkap saya akan usahakan untuk bisa posting setelah menyaksikan langsung.

Oh iya, pilihan film berikutnya masih coming soon di 21cineplex, Maze Runner - The Death Cure. Film ini lanjutan dari beberapa sekuel sebelumnya yang saya nonton juga, waktu itu nonton tapi versi bajakan tapi yang pertama tahun 2014. Upaya keluar dari labirin kini terus berlanjut ke seri selanjutnya, hingga tahun 2018 ini kabarnya Thomas mesti ke Last City tempat kontrol labirin.

Berikutnya tentu saja garapan Marvel Comic, Black Panther superhero fiksi yang sudah muncul sejak beberapa film "Marvel" sebelumnya.  Dari sinopsisnya, T’Challa (Chadwick Boseman) sebagai raja baru yang masih bergumul mengenai perasaannya atas meninggalnya sang ayah, T’Chaka (John Kani). Namun ia kemudian memutuskan untuk meneruskan perjuangan sang ayah.

Ketika Wakanda berada dalam ancaman dua musuh berbahaya yang dapat mengancam keselamatan negara.

Black Panther berusaha membuktikan diri sebagai raja sejati Wakanda. 

Ia harus menggunakan kostum barunya serta kekuatannya untuk membela Wakanda dan negara lainnya.

Jadi empat film ini yang saya masih pertimbangkan untuk menonton di bioskop lansung, jika ada donatur tiket kita bisa ramaikan TKP lansung.

Monday, January 08, 2018

Review Film: Insidious - The Last Key Reviewed by Bernard Agapa Date January 08, 2018 Rating: 3

Review Film: Insidious - The Last Key

Jika kamu ingin menyaksikan film horror yang mencengangkan, pertimbangkalah untuk tidak menyaksikan film "Insidous: The Lasy Key" ini. Sekalipun adegannya begitu datar, tapi narasi yang disajikan penulis skenarionya cukup menarik karena Elise, Sang Cenayang kembali ke masa lalunya. 


Insidious: The Last Key merupakan prekuel dari film-film sebelumnya. Kisahnya sendiri mengambil setting beberapa tahun sebelum peristiwa yang terjadi di dua film sebelumnya. Fokus ceritanya akan menyorot masa muda Elise Rainier (Lin Shaye) yang saat itu tinggal di New Mexico. Dari sinilah semuanya bermula, teror dari iblis dan roh jahat yang menghantui Elise.

Insidious 4 yang mengusung judul Insidious: The Last Key. Film produksi studio Universal ini disutradarai oleh Adam Robitel. Di kursi produser ada nama Jason Blum, Oren Peli, dan James Wan. Sementara untuk penulisan skenario, Insidious: The Last Keymempercayakannya kepada Leigh Whannell. Film keempat dalam waralaba Insidious dibintangi oleh beberapa artis ternama seperti Lin Shaye, Leigh Whannell, Spencer Locke, Angus Sampson, Kirk Acevedo, dan Bruce Davison. Seperti apa kisah horor yang akan disuguhkan dalam Insidious: The Last Key kali ini? Simak ulasannya berikut ini.

Film dibuka dengan kisah masa kecil Elise di New Mexico. Saat itu Elise muda (diperankan Ava Kolker dan Hana Hayes) sudah punya indera keenam. Namun, ayahnya tak percaya dengan kelebihan anaknya itu, menganggapnya berhalusinasi, hingga selalu memukul dan menghukumnya jika Elise mengaku melihat hantu.

Hingga suatu ketika, saat dihukum, Elise tanpa sengaja membuka "pintu merah", sebuah pintu yang membuat kekuatan jahat masuk ke dunia manusia, lalu meninggalkan trauma bagi Elise hingga usia senjanya. Trauma ini jadi benang merah cerita film keempat, saat Elise ditelepon seseorang yang mengaku diganggu roh jahat, di rumah masa kecil Elise. Dari sinilah petualangan horor Elise dimulai, yang nantinya membuat dia kembali lagi ke dunia "Further".

Sejak awal, penonton sudah ditarik ke bangunan cerita yang kokoh. 

Tiap peristiwa akan mengantarkan ke rasa penasaran yang satu ke penasaran yang lain. Bersamaan dengan itu, rasa ngeri karena sadar ada hantu yang hadir (baik yang tampak mau yang tidak), makin menambah keasyikan menonton film ini. Ini juga jadi tanda bahwa The Last Key tak selalu mengandalkan scare jump scene atau adegan yang bikin kaget untuk menakut-nakuti penonton.

Kerapian cerita makin menghibur saat Whannel tiba-tiba menyodorkan kejutan di pertengahan film. Bolehlah disebut, kejutan ini tak lazim terjadi dalam film horor, meski juga bukan sesuatu yang baru. Yang pasti, kejutan ini menambah rasa penasaran tentang ke mana cerita akan dibawa bergerak.

Sayangnya, keseruan di paruh pertama ini bukannya makin naik jelang akhir film, tapi lama-kelamaan malah menurun hingga film selesai. Ini diawali dengan kisah di paruh terakhir yang sangat standar dan mudah ditebak. Sebenarnya, hal tersebut tak terlalu jadi masalah. Namun, hal ini tidak langsung ditutupi atau diimbangi dengan adegan-adegan mengerikan penampakan hantu agar penonton terhibur karena ditakut-takuti hingga titik ekstrem. Boleh dibilang, tingkat kengeriannya malah masih kalah jika dibandingkan film-film sebelumnya.

Insidious: The Last Key
Screenshot trailer film The Last Key di IMDb (IST)


The Last Key pun lalu berakhir antiklimaks. Saking antiklimaksnya untuk ukuran film horor, bisa-bisa penonton jadi bertanya-tanya, apakah film benar-benar sudah berakhir. Sebuah pertanyaan yang menyimpan harapan tersembunyi agar film jangan selesai dulu. 

Karena dengan awalan yang apik dan sangat membetot perhatian, The Last Key harusnya bisa ditutup dengan lebih memuaskan.

Sekarang, mari bandingkan film keempat ini dengan film-film sebelumnya. Meski seluruh film ditulis oleh orang yang sama, yaitu Leigh Whannel (juga berperan sebagai Specs), namun dilihat dari kerapian membangun misteri, film ini lebih baik dari seri kedua dan ketiga. Bisa dibilang, The Last Key menyamai keasyikan cerita di film pertama.

Sebelumnya, Insidious: Chapter 1 lebih dahulu rilis pada tahun 2010, film ini bercerita tentang mati suri yang diangkat dari kisah nyata. Putra sulung Renai dan Josh Lambert mengalami koma selama lebih dari tiga bulan. Setelahnya berbagai kejadian ganjil mulai mengusik keluarga Lambert.

Merasa khawatir dengan keadaan menantu dan cucunya, Lorraine, ibu Josh meminta bantuan paranormal. Elise, ternyata adalah paranormal yang dulu pernah membantu Lorraine menangani kasus Josh. Ternyata, sewaktu kecil Josh pernah di ganggu oleh arwah. Kejadian itu tak jauh beda dengan yang dialami Dalton putranya.

Pada Insidious: Chapter 2, masih menceritakan mengenai keluarga Lambert yang diusik oleh arwah. Jika pada akhir film Insidious: Chapter 1 Josh masuk ke alam arwah demi menyelamatkan Dalton putranya. Maka pada Insidious yang kedua ini ganti arwah Josh yang tertinggal di dunia arwah.

Awal film ini mengkisahkan tentang masa kecil Josh yang diganggu arwah dengan baju pengantin berwarna hitam. Lorreine akhirnya memutuskan untuk meminta bantuan Carl seorang paranormal yang jago bermain dadu. Disitulah Carl bertemu dua pemburu hantu yang juga muncul di Insidious: Chapter 1.

Sementara pada sekuel ketiga Insidous mengambil latar waktu sebelum Insidious yang pertama. Kali ini Insidious mengangkat kisah Quinn Benner seorang gadis remaja yang hidup bersama ayah dan adik laki-lakinya di sebuah apartemen. Quinn Benner merasa dia telah berhubungan dengan ibunya yang telah meninggal.

Sayangnya, hubungan itu tidak berlangsung dengan baik. Ada beberapa kejadian ganjil yang Quinn alami. Akhirnya, Quinn mendatangi rumah Elise untuk meminta tolong. Awalnya Elise menolak untuk membantu Quinn. Pada akhirnya, Elise memutuskan membantu Quinn setelah Quinn mengalami lumpuh akibat kecelakaan yang ganjil.

Nah, pada akhir film ini ibu dari Elise kembali menyelamatkannya. Namun, adegan akhirnya inilah justru menyisakan satu pertanyaaan, yakni apakah dia juga cenayang? 

Thursday, March 30, 2017

Catatan Terkait Kunjungan Pelapor Khusus Hak atas Kesehatan PBB Ke Papua Reviewed by Bernard Agapa Date March 30, 2017 Rating: 3

Catatan Terkait Kunjungan Pelapor Khusus Hak atas Kesehatan PBB Ke Papua



Pelapor Khusus Hak atas Kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Dainius Puras mengunjungi Indonesia dalam rangka pemantauan kondisi pemenuhan hak atas kesehatan. Dainius djadwalkan berada di Indonesia dari 22 Maret - 3 April 2017.

Dainius dijadwalkan mengunjungi 5 tempat di Indonesia salah satunya adalah Tanah Papua, di Jayapura dan Manokwari. Terkait kunjungan ke Papua, Dainisius akan ketemu beberapa Organisasi Sipil, Lembaga Swadaya Masyarakat serta akan mengunjungi fasilitas kesehatan yang tersedia di kota kunjungannya.

Selain memantau fasilitas kesehatan, pelapor khusus PBB ini juga untuk memantau Isu hak atas kesehatan seperti asuransi kesehatan nasional, kasus malpraktek, orang dengan masalah kejiwaan (OMDK), korban asap kebakaran hutan dan lahan tahun 2015, kelompok LGBT/SOGIE, penderita kusta, penyadang disabilitas, masyarakat adat, dan dampak rokok terhadap kesehatan. Hal diatas ini tercantum dalam Deklarasi Umum HAM Pasal 25 (1) Kovenan International Hak Ekosob mempertajam dan mendetilkan hak atas kesehatan dalam Hukum Hak Asasi Manusia Internasional, pasal 12, Konvensi Internasional Penghapusan segala bentuk diskriminasi Rasial 1965, Konvensi Internasional Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan 1979 dan dalam Konvensi Hak Anak 1989 serta beberapa instrument internasional lainnya..

Misi utama pemantauan ini adalah mendorong pembangunan hak atas kesehatan yang selaras dengan hak asasi manusia di Indonesia, serta memastikan setiap orang dapat tertanggani dengan baik dan tanpa diskriminasi.

Bagaimana dengan Hak Atas Kesehatan di Papua?


Persoalan sejarah Politik Papua yang tak kunjung usai telah melahirkan sebuah Undang-Undang pada tahun 2001, UU No.21 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus. Dalam UU Otsus telah diatur terkait pelayanan kesehatan dalam BAB XVII.

Pemerintah Provinsi Papua diberi kewenangan untuk mengatur soal pelayanan hak atas kesehatan termasuk dalam penerapan UU Otus, salah satu yang telah berjalan adalah pelayanan gratis kepada Orang Asli Papua (OAP) di rumah sakit Umum di seluruh Tanah Papua dengan beberapa persyaratan administratif.

Adapun Dana yang dialokasikan dari Otonomi Khusus adalah 2 %, hal ini diatur dalam pasal 33 bagian c huruf 1. Jika kita kalkulasikan dengan dana Otsus seluruh Tanah Papua, baik provinsi Papua dan Papua Barat pada tahun 2016 adalah sekitar 2 (dua) Triliun untuk kesehatan dari seluruhnya yang hampir mencapai 8 T dengan  jumlah Rp 7.765.059.420.000.

Bicara soal angka uang di Papua memang fantastis, tetapi nilai ini terlihat tak berlaku karena tidak sejalan dengan pembangunan sumber daya manusia terlebih khusus atas tenaga medis seperti dokter, mantri maupun bidan. Jika dihitung dengan jari, di Papua sama sekali tak ada sekolah kesehatan gratis, selain subsidi di Fakultas Kedokteran Masyarakat di Uncen.

Jika alokasi 2% dari dana Otsus untuk kesehatan dan pendidikan dikhususkan untuk pembangunan dan pengembangan SDM tenaga medis bisa dibilang masih sangat kecil, karena topografi yang sangat luas dan membutuhkan banyak biaya untuk mencapai lokasi-lokasi terpencil. Jadi penggunaan dana inipun disalurkan melalui pemda dan akhirnya tidak mencapai maksud dan tujuan penggunaan dana 2% tersebut,


Pelayanan Kesehatan di Papua


Dikutip dari dari data Departemen Kesehatan 2013 di Provinsi Papua terdapat kurang lebih 33 unit Rumah Sakit (RS), 2 Rumah Sakit khusus. Dari 33 ini tak semua Rumah sakit ini mendapatkan fasilitas yang sama. Entah karena persoalan administrasi pengadaan ataupun karena kekurangan tenaga medis ataupun karena masyarakat yang jauh dari fasilitas seperti di pelosok-pelosok kampung.

Pelayanan kesehatan di Papua seharusnya diberikan dengan gratis kepada OAP tanpa melihat status atapun karena faktor lain, seperti Tahanan Politik Papua. Menurut data Pantau.or.id, hingga kini masih ada 6 tahanan politik Papua yang seharusnya bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang adil, keenam tahanan politik Papua ini tersebar di Abepura, Biak dan Nabire.

Pada tahun 2010, Filep Karma susah mendapatkan pelayanan kesehatan atas sakit yang dideritanya. saat itu Filep menjalani masa tahanannya sebagai tahanan Politik Papua, Adapun sakit yang diderita Filep Karma saat itu adalah terganggunya saluran kencing dan memerlukan operasi Colonoscopy. Karena di Papua tak tersedia fasilitas dan kemampuan untuk mengatasi sakit yang diderita bapak Filep, terpaksa harus diterbangkan ke Jakarta.

Ketika Bapak Filep karma diterbangkan ke Jakarta, Kementrian Hukum dan HAM sebagai lembaga tertinggi dari Lembaga Pemasyarakatan mengatakan tak ada dana untuk membiayai kesehatannya.

Dari kasus Bapak Filep karma ini terlihat 2 kekurangan dalam pelayanan kesehatan.

Nah.. saya kira masih banyak persoalan yang musti dijawab.. akan tetapi akan lebih penting ketika pendidikan dan kesehatan ditanggung penuh oleh negara alias gratis, baik dalam hal pembangunan SDM maupun sarana kesehatan. Karena Papua tak butuh gedung-gedung tinggi ataupun jalan tol, tetapi haknya sebagai manusia Papua. Dan karena juga indeks pembangunan masusia Papua baru dimulai 19 Tahun sejak operasi militer diberhentikan tahun 1998.

Tuesday, March 21, 2017

Blogger Keluarkan Template Baru Yang Responsif Reviewed by Bernard Agapa Date March 21, 2017 Rating: 3

Blogger Keluarkan Template Baru Yang Responsif


Pagi ini saya tak sengaja buka dasboard blogger, ternyata muncul notifikasi bahwa silahkan mencoba tampilan baru.

Saya mencoba buka tab template dan ternyata betul, ada empat jenis template yang ditawarkan oleh Blogger. Adapun template baru yang disediakan blogger ada empat (4) diantaranya: Contempo, Soho, Emporio dan terkemuka. 

Screenshot Template Baru di Paschallist Blog



Dari empat template yang baru menjadi 12 pilihan template; 4 yang baru, 7 yang lama dan 1 klasik. Berikut susunan template yang ada:
  1. Tema Klasik
  2. Perjalanan
  3. Kelembutan
  4. Tanda Air
  5. PT Keren Sekali
  6. Jendela Gambar
  7. Tampilan Dinamis
  8. Sederhana
  9. Terkemuka
  10. Emporio
  11. Soho
  12. Contempo
Empat template terbaru yang ditawakan blogger ini cukup bagus dan responsif. Saya tak membandingan tapi ini bisa dibilang responsif seperti twitter bootstrap, karena tampilannya menyesuaikan dengan gadget.  Tentu saja tampilan template baru ini menjawab harapan sobat blogger yang berusaha mengatur tampilan dengan comot template sana-sini.

Template baru yang responsif ini menurut saya tentu akan menambah tugas para master template, dengan mencoba menyesuaikan template itu sendiri maupun dengan widget baru.

Oh iya, ada yang khas ternyata blogger menempatkan atribusinya di bagiaan footer, dan untuk bagian sidebarnya tampil jika tampilan layarnya lebar. Untuk header sekalian dengan menu yang responsif juga, jadi untuk selebihnya sobat blogger silahkan bereskperimen atas template baru ini. Karena pada akhirnya saya pun ikut mengganti tampilan ikut yang baru.

Sekedar berbagi pengetahuan, situs Blogger ini awalnya dibuat oleh Pyra Labs dan dibeli oleh Google pada tahun 2003. Setelah berada di bawah naungan Google, blogger menyediakan host dengan subdomain; blogspot.com. 

Blogger sudah beberapa kali memperbaharui tampilan. Bertepatan dengan ulang tahun blogger ke 10, pada tahun 2009 beberapa fitur diperbaharui oleh pihak Google. Perubahan tampilan baru dimulai dari tahun 2009, seperti fitur untuk menulis post, posting gambar, dan integrasi dengan Google Docs dan yang lainnya. Pada tahun 2010, Blogger juga meluncurkan template baru dan melakukan desain ulang situsnya.

Selanjutnya pada tahun 2013, Blogger mengeluarkan fitur fiturnya salah satunya fitur komentar dan integrasi pada google+ sekalian dengan tampilan mobile. Dan tahun 2017 ini, Blogger telah update 4 tampilan baru.



Salam blogger.

Monday, March 20, 2017

Google dan Microsoft Menawarkan Hadiah 500 Jutaan Bagi Pelapor Bug Reviewed by Bernard Agapa Date March 20, 2017 Rating: 3

Google dan Microsoft Menawarkan Hadiah 500 Jutaan Bagi Pelapor Bug

Google dan Microsof Menawarkan Hadiah 500 Juta Bagi Pelapor Bug
Google dan Microsof Menawarkan Hadiah 500 Juta Bagi Pelapor Bug (Pashallist Blog)


Google menawarkan hadiah bagi penemu sistem keamanan yang rusak dan tak berfungsi alias 'bug'. Bug tersebut harus dilaporkan sesuai produk yang ditawarkan Google. 


Namun hadiah tersebut berlaku hanya untuk orang yang diluar perusahaan Google.  Tak hanya Google, perusahaan raksasa Microsof pun demikian.

Dikutip dari laman resminya (security google blog), pada 2 Maret 2017 Google menyatakan pemburu bug meningkat pada 2017 ini. Hadiah yang ditawarkan pun tidak sedikit dan jika dirupiahkan hampir mencapai nilai yang fantatis, Rp.500 Jutaan.

Kenaikan nilai hadiah tersebut berlaku untuk masing-masing program, misalkan Remote Code Execution naik 50% dari tawaran sebelumnya.

Jadi, jika sobat berminat bisa mengajukan diri dan Google maupun Microsoft . Kedua perusahaan ini lebih berfokus pada sistem rusak atau memiliki celah pada  keamanan sistem dan database.

Oh iya, kesempatan ini hanya berlaku hingga 1 Mei 2017. Menurut pihak Google mereka ingin apresiasi dan perhatian dari publik, karena celah tingkat kemananan semakin sulit diidentifikasi.

Mereka  memberikan waktu hingga 2 bulan kepada para pemburu bug karena membutuhkan banyak waktu untuk mengidentifikasi celah-celah yang dapat ditemukan.

Ternyata penemuan bug yang diajukan untuk Microsoft Office 365 Portal dan Microsoft Exchange Online, ditawarkan akan mendapatkan hadiah dobel.

Jumlah hadiah yang ditawarkan oleh Microsoft dalam hal ini mencapai 30.000 dollar AS (sekitar Rp 400 juta), naik dari angka maksimal sebelumnya sebesar 15.000 dollar AS.

Sobat blogger, jika ingin mencoba jangan lewatkan kesempatan ini. 

Thursday, March 16, 2017

Mencoba Google Cloud Platform Reviewed by Bernard Agapa Date March 16, 2017 Rating: 3

Mencoba Google Cloud Platform

Google Cloud Platform


Google.Inc perusahaan raksasa asal Amerika ini memang rajanya di dunia Internet, segala hal musti dicari jika tak bisa direduksi otak. Saya bukan ahli IT tapi berikut ini sedikit ulasan apa itu Google Cloud Platform dan apa fungsinya? Dan harapannya semoga dapat gunakan sesuai kebutuhan anda.


Banyak sekali produknya yang ditawarkan, mulai dari Email Gmail, Google Seacrh, Youtube, Android, bahkan blog ini basisnya Blogger dari Google dan lain-lain. Dari semua itu Google tak hanya mengambil keuntungan tapi juga memberikan keuntungan kepada para pengguna yang serius mengeksplorasi layanan produk dan fiturnya, contohnya adalah dari Google Adsense di Blogger dan Youtube.


Screenshot dashboard Google Cloud Platform saya. (GCP/IST)

Saya tebak yang mengunjungi artikel ini sudah banyak mengenal produk terkait yang ditawarkan Google. Tapi saya ingin ulas sedikit, salah satu dari produk Google yang bernama Google Cloud Platform. Kebenaran terkait ulasan ini anda dapat mengunjunginya di website Google Cloud.

Google Cloud Platform adalah sebuah produk layanan tentang Cloud Computing dari Google yang terdiri dari 4 jenis layanan yang kesemuanya bertujuan untuk membuat sebuah project berbasis Cloud Computing atau Komputasi Berbasis Internet agar bisa dimanfaatkan dalam skala global. adapun 4 jenis layanan tersebut adalah Google AppEngine, Google BigQuery, Google Compute Engine dan Google Cloud Storage.


Kelebihan Menggunakan Layanan Google Cloud Platform


Google Cloud Platform tergolong sangat mudah dan bisa diintegrasikan dengan berbagai sistem operasi atau bahasa pemograman. Bahkan kita bisa menciptakan layanan yang bisa diakses melalui iOS Apple, sistem operasi Android, dan JavaScript Client. Untuk menggunakannya tidak perlu khawatir dengan penggunaan data yang besar.

Karena Google sudah sepaket menawarkan solusi untuk mengatasi ketakutan kehabisan volume data ini. Ada 2 alat yang bisa kita manfaatkan dan gunakan untuk mengelola data-data besar atau “Big Data” diantaranya adalah dengan menggunakan Big Query, dan yang kedua dengan menggunakan Google Cloud Dataflow. Kedua-duanya bisa membantu kita memantau, mengumpulkan, membuat, melakukan hal-hal lainnya tanpa harus mengkhawatirkan terjadi penyempitan (congestion) pada pipeline. Sehingga, selama pemprosesan data, kita akan selalu merasakan kelancaran.

Menurut saya beberapa keuntungan layanan Google Cloud Platform diataranya adalah:
  1. Keamanan Data 
  2. Fleksibel 
  3. Data Terpusat
  4. Menghemat Biaya
Jika tertarik dan ingin menggunakan untuk kebutuhan bisnis dapat mencoba sendiri. Tak salah jika menggukan Google Cloud Platform untuk bangun website anda, siapa tahu otodidak jadi web developer.
Saya sendiri menggunakan layanan Cloud dari Google ini, untuk mengelola beberapa situs yang saya bantu bangun atas pesanan orang lain. 
Dari pengalaman, fitur diatas yang saya sebutkan ini memang canggih karena sistem keamanannya menggunakan Api Key. Jadi hanya pengelola yang bisa akses, namun ada kelemahannya yakni dibeberapa permintaan dibatasi bandwidth dari besaran ukuran.

Tuesday, March 14, 2017

Terbang Pertama DJI MAVIC Pro Reviewed by Bernard Agapa Date March 14, 2017 Rating: 3

Terbang Pertama DJI MAVIC Pro

Tahun lalu sempat kepikiran beli DJI Phantom 2 yang bekas, tapi saat itu pilihannya jatuh kepada kamera DSLR Nikon D3200.

Kotak Ajaib berisi DJI Mavic Pro






Dua bulan lalu sempat terbangkan drone milik seorang kawan, XIRO - XPLORER V tapi tidak ragu seperti saat gunakan DJI Mavic Pro.

Mavic Pro lebih kecil dan lebih lengkap fiturnya dari Xiro Xplorer yang produksi China, sekalipun dalam beberapa hal bisa disandingkan. Ya.. lumayan sih, untuk dapatkan drone ini tentu musti menabung beberapa tahun. kwkwkk. karena setara harga New-Vixion bekas, sekitar 15.000.000,-. Merasakan sensasi drone ini hanya karena kebetulan kantor beli untuk kepentingan kerja dan akhirnya saya bisa first flight drone ini.

Kehadiran DJI Mavic ini tentu bagian dari produksi drone semakin cerdas dengan bentuk yang semakin kecil. DJI Mavic, Quadcopter berukuran kecil ini bisa dikatakan kemampuan hampir sama seperti DJI Phantom 4 dan fitur-fitur tambahan lain, memang benar-benar produk yang fantastis.

Dji Mavic di pasaran beredar dua jenis, Combo dan Non Combo. Combo dengan paket flymore, dan non combo hanya dapat bawaan dalam kardus, artinya Combo lebih lengkap dengan sparepartnya.


Isi paket DJI Mavic Non Combo

Selain ukuran yang mungil, beberapa fitur yang tersemat di drone pabrikan DJI ini memang patut diajungi jempol. Ada pun fitur-fitur tersebut diantaranya, mampu terbang hingga kejauhan 7,5 km, dengan kecepatan maksimal bisa mencapai 65 km/jam. Drone dari DJI ini juga dapat tracking dan mengikuti penggunanya, kemampuan ini tidak ada pada GoPro Karma. Fitur lainnya yang juga tidak ada di drone GoPro adalah kemampuan menghindari halangan saat terbang, seperti yang ada pada DJI Phantom 4. Dan untuk ukuran mini drone, Mavic menang diketahananan baterainya yang berada di angka 27 menit, jika dibandingkan dengan panthon 3 atau 4. Drone ini punya 2 sensor anti tabrak, jadi tak perlu takut untuk terkena tembok kecuali faktor human error.


Ukuran kepalan tangan

Pertama kali sentuh remote controlnya terasa pegang Posel Nokia N-Gage, cukup kecil tapi kaya akan fitur. Ada fitur beginer hingga prof, drone ini juga bisa follow mode. Desainnya lebih kompak dan dilengkapi tempat untuk meletakkan smartphone di bagian bawah controller. Smartphone ini dapat juga digunakan untuk mengontrol drone. Anda cukup menyentuh layar smartphone untuk mengendalikan Mavic.

Sedikit mirip N-Gage

Kamera yang tersemat di drone ini 4K dan dilengkapi dengan gimbal yang mungil 3D Axis. Banyak kelebihan yang terdapat pada drone yang bisa dilipat ini dan saya sendiri belum banyak mengekspolarasinya. Silahkan bica browsing di Mbak Google, eh.. Mbah Google alias tete google, atau bisa sekalian beli.

Terbang perdana hanya 10 meter dari tanah

Nah, pertama coba terbang drone hasil rekamanya ini gambarnya sangat buruk.. kwkwkw... karena ternyata lupa kalibrasi gimbal dan remote. Beberapa video hasil rekamannya juga cukup baik, namun akan lebih baik jika terus berlatih agar mahir menggunakan drone ini.


Akhirnya mengudara dengan DJI Mavic.

Jadi recomended untuk miliki drone ini, sesuai isi kantong juga. Tak hanya Mavic, tapi bisa mencoba RC Copter lainnya. Oh iya, Xiro Xplorer V juga cukup standar untuk bersenang-senang. Dan konon menurut orang seharga motor Supra Lama.


Monday, March 13, 2017

VPS Mati Total Akibat Beban Server Reviewed by Bernard Agapa Date March 13, 2017 Rating: 3

VPS Mati Total Akibat Beban Server


Belajar dari pengalaman, kata-kata ini yang cukup terkenal tapi saya pikir hal ini benar adanya.


Beberapa tahun yang lalu saya dipercayakan seorang kawan untuk mengurusi bangun website portal berita. Tanpa ragu saya otak-atik website tersebut dan ternyata kosong dan harus dibangun dari awal. Bangun dari awal tak hanya tampilan website tersebut, tetapi juga soal sistemnya.

Lagi-lagi jika jika kita bahas terkait bangun sistem sebuah website dari 0 tentu bukan hal yang mudah bagi orang awam seperti saya di dunia infokom, termasuk coding dan lainnya yang berhubungan dengan server. Karena saya tak pernah belajar formal soal informatika, musti buka google bahkan beberapa petunjuk diantaranya tak ada yang berbahasa indonesia. Terpaksa google translate jadi tuan diatas ketidaktahuan saya.

Nah, kembali lagi... awal ketika itu saya diberi pasword dan user name. Awalnya hanya berpikir jika itu hanya sebuah user name pasword cpanel atau WHM, namun ternyata akun root VPS. (penjelasan mengenai apa itu VPS, WHM dan Cpanel akan saya ulas diartikel lain, atau bisa cari di google mungkin ada referensi dari para master.)

Pertama saya buka akun VPS, tampilannya mirip windows mobile generasi pertama. VPS atau kepanjangannya adalah Virtual Private Server. VPS itu seperti sebuah komputer yang bisa kita instal program sendiri. Semakin bagus spesifikasi sebuah komputer semakin lancar juga dalam pengoperasiannya, misalkan perbedaan ketikan Windows 7 2017 dengan Windows XP 2007. Windowd 7 pada tahun inidengan RAM 4 GB, GeForce GTX 750 , Prosesor 3.50 GHz dan Hardiks 250 GB adalah standar rata-rata sebuah PC pribadi.

Hampir semua petunjuk mengenai penggunaan VPS ini saya dapat hasil Mbah Google (bukan mbak...). Hingga akhirnya saya berhasil membangun system itu, WHM, Cpanel dan Wordpress. Awalnya cukup lancar tanpa error dan berlajan tanpa kendala. Namun sebulan berjalan, saya menemukan myqsl jalan sering berhenti dan ketahuan ternyata banyak pengunjung yang tampil di log server VPS. Entahlah saya beruhasa compress berbekal ilmu dari mbah Googe, namun beberapa kali sering mati semua system proses VPS.

VPS yang saya kelola ini cukup standar untuk ukuran portal berita, yang punya pengungjung 10.000 view perhari. Beban server pun sering overload, sebagai solusinya beban tersebut harus dibagi dengan cahce walaupun kapasitan Drive VPS hanya 25 GB dengan 512MB. Beberapa kali coba alihkan DNS ke Cloudflare tapi tetap saja gagal, karena sampah cloudflare pun jadi beban server.

Pada awal bulan Maret 2017 ini, web tersebut akhirnya benar-benar down dan menurut pandangan awam karena tidak mampu menampung pengungjung yang begitu banyak. Karena saya lihat di trafic log ada pengunjung ke ip address server yang berlebihan dan hal ini juga buat sangat susah login ke VPS. Kelebihan pengunjung karena dari log traffic terlihat, Desember 2016 sebesar 5,3 GB dan sedangkan Februari 2017 27GB. FYI, gan... website ini pernah diblokir kemeninfo pada Akhir tahun 2016 tanpa alasan yang jelas, namun dibuka lagi setelah salah satu Lembaga Bantuan Hukum di Jakarta memprotes bahwa pemblokiran karena ini tak sesuai mekanisme. Dan pemblokiran terhadap website ini dilakukan hanya beberapa provider seperti Telkom dan Telkomsel, selain itu lancar jaya.

Dan akhirnya website sudah down dan sedang dalam usaha perbaikan...
minta masukan dari para master..
-->